Terungkap, 85 Aplikasi Android Curi Pasword Media Sosial

Baru-baru ini Kaspersky menemukan 85 aplikasi Android yang mengandung malware. Malware itu berfungsi untuk mencuri pasword media sosial pengguna.

Picture via flickr.com

Mengutip laman liputan6.com via softpedia, (22/12/17), aplikasi yang telah terinfeksi malware itu di temukan oleh Kaspersky, yang kabarnya baru-baru ini di larang di pakai oleh pemerintah inggris dan Amerika Serikat.

Yang mengejutkan, Aplikasi Android yang terinfeksi malware itu terus berada di PlayStore tanpa ketahuan. Bahkan salah satu aplikasi yang terinfeksi malwarw itu sudah di download oleh 1 juta pengguna Android.

Aplikasi itu berjenis  gim dengan nama "Mr President Rump". Gim ini di publikasikan pada bulan Maret 2017 dan jumlah unduhannya meningkat tajam pada Juni 2017.

Aplikasi lain yang juga terinfeksi malware di sebut-sebut sudah berada di PlayStore selama dua tahun dengan jumlah unduhan mencapai 1000 hingga 100 ribu unduhan.

Media sosial yang kerap di curi pasword ialah VK, jejaring sosial di Rusia. Media sosial lain yang juga jadi sasaran pencurian pasword ialah Facebook dan aplikasi dengan konten berbayar.



Kaspersky Mencoba Mengatasi 

Kaspersky via wikimedia.com
Peneliti keamanan di Kaspersky, Roman Unuchek, mengatakan, si penyebar malware ini berencana menggunakan pasword VK yang berhasil di curi dalam berbagai grup.

"Penjahat siber memublikasikan aplikasi jahat mereka di Google Play Store selama lebih dari dua tahun. Oleh karenanya, mereka bisa melewati deteksi keamanan. Kami menduga, para penjahat siber mencuri pasword media sosial untuk memromosikan grup mereka di jejaring sosial VK.com. Diam-diam, para penjahat siber melakukan hal ini untuk meningkatkan popularitas grupnya," kata Unuchek.

Malware itu menargetkan mencuri pasword di negara pengguna VK terbesar, seperti, Rusia, Ukraina, Kazakhstan, Armenia, Azerbaijani, Belarus, Kyrgyztan, Romania, Tajik, dan Uzbekistan.

Saat ini, aplikasi-aplikasi yang terinfeksi malware sudah di hapus dari PlayStore. Untuk pengguna yang merasa telah menjadi korban pencurian data dan pasword di sarankan untuk secepat mungkin untuk mengubah pasword mereka demi keamanan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel