Sensor Infra Merah Di Smartphone Sebagai Remote Control

Smartphone yang memiliki infra merah bisa dijadikan remote
sumber gambar:pixabay.com
Sebenarnya kehadiran teknologi infra merah sudah digunakan  beberapa tahun yang lalu, tepatnya saat masa-masa kejayaan ponsel lawas besutan Nokia dan Sony Ericsson. Saat itu infra merah adalah salah satu teknologi canggih yang disematkan pada ponsel dengan seri tertentu. Kehadiran teknologi infra merah pada saat itu sangat berguna untuk saling berbagi data, seperti gambar, file mp3, video dan lain sebagainya.

Tapi dengan berjalannya waktu, teknologi infra merah akhirnya tunduk pada teknologi pendatang baru, salah satunya teknologi bluetooth. Teknologi bluetooth memliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan teknologi infra merah. Bluetooth memiliki kecepatan transfer data lebih cepat dibandingkan infra merah. Selain itu, penggunaan bluetooth dirasa lebih mudah dibandingkan dengan infra merah.

Jika penggunaan infra merah harus  saling mendekatkan antara infra merah ponsel satu dengan infra merah ponsel lainnya, penggunaan teknologi bluetooth lebih praktis. Pengguna hanya perlu  menghidupkan fitur bluetooth yang ada di ponsel, lalu saling menghubungkan antara ponsel satu dengan ponsel lainnya, saat itu pula ponsel siap untuk saling bertukar data.

Kelebihan-kelebihan yang dimiliki teknologi bluetooth seakan-akan menenggelamkan pamor teknologi infra merah pada ponsel bak hilang ditelan bumi. Setelah beberapa tahun berlalu, kini teknologi infra merah hadir kembali. Tak tanggung-tanggung, teknologi infra merah hadir untuk ponsel masa kini, apalagi kalau bukan smartphone. Kehadirannya seakan-akan memberitahukan bahwa dirinya (infra merah) telah bangkit dari kuburnya.

Meskipun demikian, teknologi infra merah yang disematkan pada smartphone memiliki fungsi yang lebih dibandingkan dengan infra merah pada ponsel jaman dulu. Seperti yang sudah disinggung diatas, teknologi infra merah pada ponsel jaman dulu berfungsi untuk saling mengirim data, tapi kali ini teknologi infra merah pada smartphone memiliki fungsi lain, salah satunya sebagai ’Remote Control.’  Dengan begitu, pengguna smartphone yang sudah disematkan teknologi infra merah bisa menggunakan smartphone itu untuk mengontrol TV yang ada dirumah. Atau dalam kata lain bisa digunkan sebagai remote control.

Sejarah Singkat Teknologi Infra Merah

Radiasi infra merah adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Namanya berarti “bawah merah” (dari bahasa latin infra, “bawah”), merah merupakan warna dari cahaya tampak dengan gelombang terpanjang.

Infra merah ditemukan secara tidak sengaja oleh seoarang astronom berkebangsaan Inggris yang bernama Sir William Herschell. Ketika itu ia sedang mengadakan penelitian mencari bahan penyaring optis yang akan digunakan untuk mengurangi kecerahan gambar matahari pada teleskop tata surya. Radiasi infra merah memiliki jangkauan tiga “order” dan memilki panjang gelombang antara 700 nm dan 1mm.

Cahaya infra merah merupakan cahaya yang tidak tampak Jika dilihat dengan spektroskop cahaya maka radiasi cahaya infra merah akan nampak pada spektrum elektromagnet dengan panjang gelombang di atas panjang gelomabang cahaya merah. Dengan adanya panjang gelombang ini maka cahaya infra merah ini akan tidak akan tampak oleh mata namun radiasi panas yang ditimbulkan masih terasa.

Prinsip Kerja Remote Infra Merah

Semua remote kontrol menggunakan transmisi sinyal infra merah yang dimodulasi dengan sinyal carrier dengan frekuensi tertentu yaitu pada frekuensi 30KHz sampai 40KHz. Sinyal yang dipancarkan oleh transmiter  diterima oleh receiver infra merah dan kemudian didecodekan sebagai sebuah paket data biner. Panjang sinyal  data biner ini bervariasi antara satu perusahaan dengan perusahaan lain sehingga suatu remote kontrol hanya dapat digunakan untuk produk dari perusahaan yang sama.

Pada transmisi infra merah terdapat dua terminologi yang sangat penting yaitu “space” (yang mengatakan tidak ada sinyal) dan “pulse” (yang menyatakan ada sinyal carrier). Pengkodean pada remote infra merah pada dasarnya ada tiga macam dan semuanya berdasarakan pada panjang jarak antar pulsa atau pergeseran urutan pulsa.

Aadpun tiga macam pengkodean itu diantaranya Pulse-Width Coded Signal, Space-Coded Signal, dan Shift Coded-Signal. Dalam pengkodean ini perlu disispkan suatu data yang dinamakan sebagai ‘device address’ sebelum data atau perintah. Device address ini menyatakan nomor alamat peralatan jika terdapat lebih dari satu alat yang dapat dikendalikan oleh sebuah remote kontrol pada suatu area tertentu.

Sumber:

Aldrin Symu, 2018. "Sensor Infrared Smartphone". Pulsa 391

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel