Senin, 14 Mei 2018

40 Tahun Yang Lalu, Pertama Kali E-mail “Spam” Dikirim, Inilah Isinnya !

email
Ilustrasi E-mail via pixabay.com

Adakalnya e-mail kita sering mendaptkan sebuah pesan yang tidak pernah diinginkan. Pesan itu biasanya kita buag ke folder khusus yang dibsebut “Spam”.

Pernahkah terbesit dibenak kalian, siapa orang  yang pertama kali mengirim e-mail spam?

Seseorang itu  bernama, Gary Thurek. Ia adalah marketer asal Amerika Serikat. Gary Thuerk adalah orang pertama membrondong pesan tak diinginkan, ke 400 penerima pada tahun 1978. Gary Thuerk, kala itu menjabat sebagai manajer pemasaran perusahaan komputer Digital Equipment Corporation, mengirimkan promosi produk komputer perusahaannya.

Pesan itu dikirim melalui ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) atau jaringan komputer yang kemudian bertransformasi menjadi internet seperti sekarang ini. Pesan promosi yang dikirim secara spam itu mendaptkan amarah dari para penerimanya. “Pesan e-mail yang dikirim Thuerk itulah yang dinobatkan sebagai contoh e-mail spam pertama kali di dunia.”

Asal mula sebutan “spam”

Kata “spam” pada awalnya tak disematkan langsung ke pesan yang dikirim oleh Gary Thuerk. Sebutan ini baru popular diistilahkan untuk pesan tak diinginkan bertahun-tahun berikiutnya. Istilah “Spam” berawal dari sketsa televisi tahun 70-an berjudul Monty Python’s Flying Circus.

Dalam salah satu episodenya, sekelompok Viking menyanyikan lagu tentang “Spam,”. Lucunya, spam sendiri ternyata merek daging olahan. Mereka menyindir pelayan restaurant yang sering menawarkan daging “Spam,” meskipun tak diinginkan pelanggan.

Dengan berjalannya waktu, promosi produk melalui spam terus berkembang. Pada tahun 1994, firma hukum Laurence Center and Martha Siegel di Amerika, membanjiri grup diskusi “Usenet” dengan penawaran green card bagi imigran yang ingin menjadi penduduk tetap AS.

Promosi Green Card tersebut juga mndapatkan kecaman, tapi tetap mendulang keuntungan 100.000 dollar AS waktu itu.

Merangkum kompas.com via Britannica, konsep spamming bukanlah hal baru. Jauh sebelum Thuerk, pesan yang tak diinginkan dikirim telegram 100 tahun lalu. Pesan – pesan itu lalu dijuluki dengan pesan sampah atau “junk mail.”

Dilansir dari Kompas Tekno via BBC, Jumat (4/5/2018), 85 persen e-mail merupakan spam. Awalnya, kebanyakan spam berisikan pesan tak diinginkan dari para pelaku bisnis, khususnya para marketing yang tak segan menampilkan identitasnya.

Tapi pada akhirnya, para spammer (pengirim spam) menyebunyikan identitasnya, termasuk lokasi. Sehingga pesan-pesan berkonten negatif seperti pornografi atau penipuan, tak jarang masuk ke kotak masuk penerima  tanpa terlacak.

Yang lebih mencuri perhatian, pesan spam tak jarang mengandung virus dan software berbahaya (malware) yang dapat menginvasi komputer penerima.  Komputer yang berbahaya disebut ”Zombie”, dihubungkan bersama untuk membentuk jaringan komputer yang disebut dengan Botnet.

Kemudian, spammer diam-diam mengendalikan jaringan tersebut dan memanfaatkannya untuk mendistribusikan spam atau yang lebih berbahaya ialah melakukan kejahatan siber.

Meskipun beberapa  platform penyedia e-mail telah memberikan folder khusus untuk membuang spam, namun ada orang yang mengambil langkah hukum untuk melawan spam. Kurangnya konsistensi hukum internasional dan keinginan untuk tetap menjaga kebebasan berbicara, membuat sulitnya solusi yang diambil oleh kebijakan.

Semakin hari, spammer semakin lihai untuk mengirim spam ke seluruh kontak, meskipun banyak software canggih untuk menghadang spam.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2018/05/04/19410017/40-tahun-lalu-e-mail-spam-pertama-dikirim-isinya

0 komentar

Posting Komentar