Meskipun Maestro Dalam Bidang Teknologi, 6 Orang Ini Prediksinya Salah Total

Steve Jobs Pendiri Apple via flickr.com
Meskipun sudah ahli dalam bidang teknologi, namun mereka tetaplah manusia biasa. Tentunya mereka juga pernah membuat kesalahan. Sekalipun mereka memiliki konsep maupun ide yang brilian untuk menciptakan sebuah produk, mereka tetaplah manusia biasa yang tak pernah lepas dari kesalahan. Salah satunya,  prediksi dalam bidang teknologi yang meleset total.

Lalu siapa sajakah mereka? Daripada penasaran berikut ini ulasannya:

Steve Jobs: Layar 7 inchi dianggap terlalu kecil untuk menunjukan kemampuan software

Tepatnya pada Oktober 2010, beberapa perusahaan berlomba-lomba untuk memproduksi sebuah tablet PC berukuran 7 inch. Saat itu Steve Jobs menganggap remeh produk itu dan menyatakan Apple tidak pernah akan membuatnya.

"Alasan kami tidak membuat tablet 7 inch adalah karena kami tidak ingin mematok harga yang rendah, " ungkapnya ketika itu.

"Ini karena kami pikir layarnya terlalu kecil untuk menunjukkan kemampuan software. Sebagai sebuahperusahaan yang mengutamakan software, kami berpikir tentang strategi software lebih dulu," tambahnya.

Tapi faktanya, Apple kemudian hari memutuskan untuk memproduksi iPad Mini.

Bill Gates: Aku tak berpikir Microsoft akan membuat perangkat seperti iPad

Kehadiran komputer tablet besutan Apple iPad di tahun 2010 silam nampaknya tidak membuat Bill Gates menjadi terkesan. Dirinya tidak merasa perangkat itu bagus.

"Aku memang sangat meyakini perangkat baca digital dan touch, namun aku masih berpikir campuran antara voice, pen dan keyboard yang nyata adalah bentuk mainstream-nya," kata Gates ketika itu.

"iPad adalah perangkat yang bagus, namun ketika aku melihatnya, aku tidak punya pikiran seperti Microsoft seharusnya membuat perangkat seperti itu," katanya lagi.

Tapi Faktanya, Gates salah prediksi karena berkat iPad, tablet PC menjadi perangkat mainstream. Perlahan tapi pasti, kehadirannya malah menggerus pasar laptop.

Ken Olsen: Komputer tidak akan pernah menjadi produk massal

Kenneth Harry Olsen adalah founder Digital Equipment Corporation (DEC) pada tahun 1957. Perusahaan ini pernah merajai sebagai vendor sistem komputer.

Dirinya pernah memprediksi bahwa komputer tidak akan pernah menjadi produk massal. Dan digunakan oleh banyak orang.

"Tidak ada alasan bagi para individu untuk memiliki sebuah komputer di rumah mereka," kata Olson pada tahun 1977.

Faktanya prediksi itu mleset besar. Saat ini, komputer personal sudah lazim digunakan secara pribadi di rumah-rumah.

Alan Sugar: iPod akan mati, selesai, dan hilang

Alan Sugar adalah salah satu orang terkaya di Inggris. Ia adalah seorang pembisnis yang cukup terkenal dengan perusahaan Amstrad yang dimilikinya. Amstrad sendiri adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang elektronika.

Pada tahun 2005, dirinya pernah memprediksi pemutar musik digital besutan Apple, yaitu iPod, tidak akan diminati lagi. Malahan ia juga memprediksi kalau iPod akan mati setahun kemudian.

"Natal depan, iPod akan mati, selesai, hilang," kata sugar waktu itu.

Namun kenyataanya, iPod tetap mencetak penjualan spektakuler. Sampai sekarang-pun, berbagai versi iPod tetap menarik minat para konsumen.

Thomas Watson: Komputer di dunia hanya ada lima saja

Thomas Watson adalah chairman dan CEO raksasa teknologi International Business Machines (IBM). Ia mengendalikan pertumbuhan raksasa IBM dari tahun 1914 sampai 1956.

Thomas Watson dikenal sebagai penjual yang hebat dan termasuk orang terkaya di dunia pada masanya. Dirinya pernah memprediksi yang salah total soal perkembangan industri komputer.

"Saya pikir ada pasar di dunia untuk mungkin lima buah komputer saja," kata Watson ketika itu.
Tapi, Watson salah total. Seperti sudah diketahui bersama, komputer personal laku keras dan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan umat manusia.

Steve Ballmer: Tidak akan ada yang tertarik dengan iPhone karena mahal dan tanpa keypad

Tepatnya pada tahun 2009 lalu, Apple meluncurkan generasi pertama iPhone . Bisa dibilang produknya menjadi salah satu ponsel yang revolusioner. Saat itu, banyak pihak skeptis dengan iPhone, termasuk CEO Microsoft, Steve Ballmer.

"USD 500? Aku menyatakan ini adalah ponsel termahal di dunia. Dan tidak akan menarik konsumen bisnis karena tidak memiliki keypad. Sehingga tidak bagus untuk email," tungkas waktu itu.

Dengan spesifikasi yang biasa saja dan harga yang cukup mahal saat itu, Steve Bllmer menilai iPhone tidak akan mencapai kesuksesan. Terlebih, Apple tidak berpengalaman di industri ponsel.

Namu kenyataan berbicara lain, iPhone merevolusi industri smartphone dan tetap laku keras samapai saat ini, termasuk kalangan bisnis. Meskipun pesaing berat bermunculan, smartphone besutan Apple tetap diminati konsumen.

Itulah 6 prediksi salah yang dilakukan oleh maestro teknologi. Meskipun predisinya meleset, mereka tetaplah orang-orang hebat.

Sumber Refrensi: https://www.serupedia.com/2015/04/6-prediksi-maestro-teknologi-yang-salah.html

0 Response to "Meskipun Maestro Dalam Bidang Teknologi, 6 Orang Ini Prediksinya Salah Total"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel